Jumat, 02 Desember 2011

Upaya Kesehatan Dalam Pelayanan Kebidanan


Upaya Kesehatan Dalam Pelayanan Kebidanan
Kesehatan merupakan kebutuhan dengan hak setiap insan agar dapat kemampuan yang melekat dalam diri setiap insan. Hal ini hanya dapat dicapai bila masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, berperan serta untuk meningkatkan kemampuan hidup sehatnya.
Kemandirian masyarakat diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatannya dan menjalankan upaya peecahannya sendiri adalah kelangsungan pembangunan. GBHN mengamanatkan agar dapat dikembangkan suatu sistem kesehatan nasional yang semakin mendorong peningkatan peran serta masyarakat.
Kemampuan masyarakat perlu ditingkatkan terus menerus untuk menolong dirinya sendiri dalam mengatasi masalah kesehatan. Kegiatan pembinaan yang di lakukan oleh bidan sendiri antara lain mempromosikan kesehatan dalam pelayanan agar peran serta ibu, remaja, wanita, keluarga dan kelompok masyarakat di dalam upaya kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana meningkat. Ini sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat.
Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan aspek pelayanan kesehatan ,secara garis besar terdapat 2 jenis pelayanan kesehatan yaitu :

-          Pelayanan preventif dan promotif,
Adalah pelayanan bagi kelompok masyarakat yang sehat,agar kelompok ini tetap sehat dan bahkan meningkat status kesehatannya.Pada dasarnya pelayann ini dilakukan oleh kelompok profesi kesehatan masyarakat.

-          Pelayanan kuratif dan rehabilitative,
Adalah pelayanan kesehatan masyarakat yang sakit,agar kelompok ini sembuh dari sakit dan menjadi pulih kesehatannya.Pada prinsipnya pelayanan jenis ini dilakukan kelompok profesi kedokteran.

Maka berdasarkan jenis aspek pelayanan kesehatan ini,promosi kesehatan mencakup 4 pelayanan,yaitu:

A.  Upaya Promotif.
Adalah upaya promosi kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan status/ derajad kesehatan yang optimal. Sasarannya adalah kelompok orang sehat. Tujuan upaya promotif adalah agar masyarakat mampu meningkatkan kesehatannya.Yang dalam suatu survey di Negara-negara berkembang,dalam suatu populasi hanya terdapat antara 80%-85% orang yang benar-benar sehat.
Apabila kelompok ini tidak memperoleh promosi kesehatan bagaimana memelihara kesehatan,maka kelompok ini akan menurun jumlahnya,dan kelompok orang yang sakit akan meningkat.
Contoh : Memberikan promosi kesehatan mengenai pemberian ASI eklusif pada ibu yang baru melahirkan. Bidan dapat memberikan informasi  tersebut kepada ibu, ayah atau keluarga bayi  mengenai pentingnya ASI. Dalam praktiknya, bidan harus mampu mempromosikan kepada ibu bahwa ASI sangat penting bagi bayi. Pemberian ASI harus dianjurkan kepada setiap ibu karena ASI yang pertama (kolostrum) mengandung zar anti-bodi yang dapat mencegah infeksi pada bayi, bayi yang minum ASI jarang mengalami gastroenteritis, lemak dan protein ASI mudah dicerna, dapat mengeratkan hubungan ibu dan bayi serta ASI merupakan susu buatan alam yang lebih baik, suci hama, segar, murah, tersedia setiap waktu. Dengan alasan-alasan yang diberikan oleh bidan melalui promosi kesehatan diharapkan ibu bersedia melakukan anjuran yang diberikan oleh bidan.

B.  Upaya Preventif
Adalah upaya promosi kesehatan untuk mencegah terjadinya penyakit. Bentuk kegiatannya adalah imunisasi, pemeriksaan antenatal care, postnatal care, perinatal dan neonatal. Sasaran promosi kesehatan pada aspek ini adalah kelompok masyarakat yang berisiko tinggi (high risk), misalnya kelompok ibu hamil dan menyusui,BBL, para perokok, obesitas (orang-orang kegemukan), para pekerja seks (wanita atau pria), dsb. Tujuan upaya promosi kesehatan pada kelompok ini adalah agar mereka tidak jatuh sakit atau terkena penyakit (primary prevention).
Contoh : Pemberian imunisasi pada bayi baru lahir, salah satunya yakni vaksin Hepaititis B.
Pemberian ini bertujuan untuk mencegah infeksi virus hepatitis B yang dapat penyakit serosis bahkan kanker hati. Kegiatan ini sebaiknya harus dilakukan sedini mungkin pada BBL.

C.  Upaya Kuratif
Adalah upaya promosi kesehatan untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah melalui pengobatan. Sasarannya adalah kelompok orang sakit (pasien) terutama penyakit kronis sperti asma,DM,TBC,rematik,hipertensi dan sebagainya. Tujuannya kelompok ini mampu mencegah penyakit tersebut tidak lebih parah (secondary prevention). Bentuk kegiatannya adalah pengobatan.      
Contoh : Pengobatan therapi insulin pada penderita diabetes serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet). Penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Dalam hal ini, pengontrolan nilai kadar gula dalam darah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga.

D.  Upaya Rehabilitatif
Adalah upaya promosi kesehatan untuk memelihara dan memulihkan kondisi/ mencegah kecacatan. Sasarannya adalah kelompok orang yang baru sembuh dari penyakit. Tujuannya adalah pemulihan dan pencegahan kecacatan (tertiary prevention).
Contoh : Pemberian penyuluhan/pendidikan pada pasien penderita kanker agar senantiasa menjaga kesehatannya, baik dengan rutin menjalani terapi pengobatan,dan budaya hidup sehat, agar bisa menurunkan kondisi sakit dan mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki. Selain itu juga bisa membentuk kegiatan/ lembaga sosial bagi para penderita kanker agar bisa mengoptimalkan kemampuan penderita kanker sekaligus memberikan dorongan dan motivasi untuk tetap bertahan bagi mereka.

0 komentar:

Poskan Komentar