Jumat, 02 Desember 2011

Furunkel

Furunkel
1.      Pengertian
            Furunkel (bisul) adalah peradangan pada folikel rambut pada kulit dan jaringan sekitarnya yang sering terjadi pada daerah bokong, kuduk, aksila, badan. Tangkai furunkel dapat terbentuk pada lebih dari satu tempat yang biasa disebut sebagai furunkulosis.

2.      Etiologi
Furunkel disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah :
a.       Iritasi pada kulit
b.      Kebersihan kulit yang kurang terjaga
c.       Daya tahan tubuh yang rendah
d.      Infeksi oleh Staphylococcus Aureus

3.      Patofisiologi
            Infeksi dimulai dari peradangan pada folikel rambut pada kulit (folikulitis) yang menyebar pada jaringan sekitarnya.Radang nanah yang dekat sekali dengan kulit disebut pustule. Kulit diatasnya sangat tipis,sehingga nanah di dalamnya dapat dengna mudah mengalir keluar.Sedangkan bisulnya sendiri berada pada daerah kulit yang lebih dalam.
            Kadang-kadang nanah yang berada dalam bisul diserat sendiri oleh tubuh tetapi lebih sering mengalir sendiri melalui lubang pada kulit.

4.      Gejala Klinis
            Gejala yang timbul dari adanya furunkel bervariasi tergantung dari beratnya penyakit. Gejala yang sering ditemui pada furunkel adalah :
a.       Nyeri pada daerah ruam
b.      Ruam pada derah kulit berupa nodus eritematosa yang berbentuk kerucut dan memiliki pustule
c.       Nodul dapat melunak menjadi abses yang berisi pus dan jaringan nekrotik yang dapat pecah membentuk fistel dan keluar melalui lobus minoris resistenstae.
d.      Setelah seminggu kebanyakan akan pecah sendiri dan sebagian dapat menghilang dengan sendirinya.
5.      Penatalaksanaan
            Asuhan yang diberikan pada neonatus dengan furunkel tergantung dari penyakit yang dialaminya. Asuhan yang lazim diberikan adalah :
a.       Kebanyakan furunkel tidak membutuhkan pengobatan dan akan sembuh dengan sendirinya.
b.      Pemeliharaan kebersihan daerah sekitar yang mengalami furunkel serta daerah sekitarnya.
c.       Pengobatan topikal, lakukan kompres hangat untuk mengurangi nyeri dan melunakkan nodul. Kompres hangat dapat dilakukan sambil menutup ruam untuk mencegah penularan ke daerah lainnya.
d.      Jangan memijat furunkel terutama didaerah hidung dan bibir atas karena dapat menyebabkan penyebaran kuman secara hematogen.
e.       Bila furunkel terjadi didaerah yang janggal seperti pada  hidung dan telinga maka dapat berkolaborasi dengan dokter untuk melakukan insisi.
f.       Jika mungkin dapat membuka bisul dengan cara ;
  • Beri penjelasan apa yang akan dilakukan atau inform consent
  • Minta seseorang untuk memegangi anak
  • Ambilah sebuah pisau bedah yang steril dan bukalah bisul dengan segera pada puncaknya saja. Kemudian masukkan penjepit dalam luka dan bukalah penjepitnya. Dengan cara ini, akan membuka jalan keluar untuk nanah, pisau bedah jangan sampai masuk ke dalam karena dapat melukai pembuluh dan syaraf. 
  • Pemberian analgetik, misalnya aspirin  atau paracetamol untuk mengurangi rasa nyeri. 
  • Tutuplah luka dengan kasa kering, usahakan agar satu sudut dari kasa dimasukan agar tetap terbuka sehingga nanah dapat keluar  
  • Bersihkan alat- alat
  • Pesankan agar ganti perban
g.      Terapi antibiotika dan antiseptic diberikan tergantung kepada luas dan beratnya penyakit. Misalnya dengan pemberian Achromyem 250 mg, 3 atau 4 kali per hari.
h.      Bila furunkel terjadi secara menetap atau berulang atau dalam jumlah yang banyak, maka kenali factor prediposisi adanya diabetes mellitus.

Sumber :
Khoirunnisa, Endang. 2010. Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, dan Anak Balita. Jakarta : Nuha Medika

0 komentar:

Poskan Komentar