Kamis, 01 Desember 2011

Servisitis


   SERVISITIS

a.    Pengertian
Cervicitis (endocervicitis) ialah radang dari selaput lendir canalis cervicalis. Karena epitel selaput lendir canalis cervicalis hanya terdiri dari satu lapisan sel silindris maka lebih mudah terkena infeksi dibandingkan dengan selaput lendir vagina.
Walaupun begitu canalis servicalis terlindung dari infeksi oleh adanya lendir yang kental yang merupakan barrier terhadap kuman-kuman yang ada dalam vagina.
Terjadinya servicitis dipermudah oleh adanya robekan serviks, terutama yang menimbulkan ectropion.

b.   Gejala
-       Fluor hebat biasanya kenta atau purulent dan kadang-kadang berbau
-    Sering menimbulkan erosio (erythroplaki) pada portio, yang nampak sebagai daerah yang merah menyala
-   Pada pemeriksaan inspekulo kadang-kadang dapat dilihat fluor yang purulrn keluar dari kanalis servikalis. Jika portio normal, tidak ada ektropion maka kemungkinan gonorhoe.
-       Sekunder dapat terjadi kolpitis dan vuvitis.
-   Pada servisitis yang kronis kadang-kadang dapat dilihat bintik putih dalam daerah selaput lendir yang merah, karena infeksi. Bintik-bintik ini disebut ovula nabothii dan disebabkan oleh retensi kelenjar-kelenjar serviks karena saluran keluarnya tertutup oleh pengisutan dari luka serviks atau karena radang.

c.    Penyebab
-       Gonorhoe: sediaan hapus dari fluor serviks terutama yang purulen.
-       Sekunder terhadap kolpitis.
-       Tindakan intrauterin: dilatasi, dll.
-       Alat-alat atau obat kontrasepsi.
-       Robekan serviks terutama yang menyebabkan ektropion.

d.    Klasifikasi
·         Servisitis Akuta
dalam hal ini menyebabkan merah, bengkak, mengeluarkan cairan mukopurulent.
·         Servisitis Kronika
dijumpai pada wanita postpartum dan abortus akibat luka pada serviks yang memudahkan kuman-kuman masuk sehingga menyebabkan  infeksi menahun

e.    Pemeriksaan Khusus
·         Spekulum
·         Sediaan hapus untuk biakan dan tes kepekaan
·         Pap smear
·         biopsy

f.     Penatalaksanaan
·         Antibiotika jika ditemukan gonococcus dalam  secret
·         AgNO3 10% dan irigasi jika servisitis tidak spesifik
·         Tindakan operatif seperti konisasi
·         Servisitis kronika melaluinkauterisasi radial atau krioterapi 


SUMBER :
Prawirohardjo, Sarwono. 2007. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka







0 komentar:

Poskan Komentar