Rabu, 30 November 2011

GALAU on SATNITE


Rintik – rintik hujan dibalik kaca jendela kamarku setidaknya menghapus kesunyian di malam minggu ini. Rasanya minggu ini, menjadi minggu terberat dalam hidup ini, seingatku selama kuliah di sini. Ya,, semuanya seperti berlari-lari mengejarku, yang namanya manajemen lah, yang membuatku minggu lalu mesti merelakan tangan kanan ini ( setidaknya kompres hangat-dingin sedikit mengurangi ke-teraniaya-annya), ditambah dengan ‘proposal’ yang membuatku berfikir keras mencari masalah yang bahkan hingga malam ini masih terus berputar-putar dalam di otakku saling berebut untuk kupilih. Huuaaah,, ditambah lagi kalo minggu depan itu adalah UTS. Ya ALLAH…
Tapi aku yakin, semua akan berlalu dengan baik-baik saja. Amin. Ibu, mohon doa untuk anakmu yang manis ini J
Hahahha.. mungkin harusnya aku tidak sedang mengetik note ini. Tapi beginilah aku, terkadang mendapatkan bahkan melakukan sesuatu yang tidak seharusnya aku lakukan saat ini. Ya, sudahlah. Anggap saja ini sebagai sebuah pencerahan selain mendengarkan suara ‘kembaran afgan’ yang biasanya mampu membuat mood ini lebih baik.
Tiba- tiba saat ini halusinasiku menerawang, membayangkan perjuangan ibu kandungku, saat melahirkanku 20 tahun lalu. Tak terasa sudah 20 tahun aku hadir di dunia ini, bahkan baru kusadari aku sudah berada di tahun akhir sebagai seorang mahasiswa. Begitu banyak rasanya kenakalan bahkan hingga saat ini yang pastinya membuat ibu kecewa, namun cintanya tak pernah pupus oleh waktu.
20 tahun yang lalu, ketika ibu melahirkan aku…Hal itu mungkin nyaris tak mampu aku deskripsikan dan selalu membuatku bertanya, dulu ibu melahirkan aku seperti apa. Hingga tiba pada saat moment yang tak akan pernah aku lupa.. ketika menyaksikan partus untuk pertama kalinya di bulan april yang lalu. Terbayang rasa nyeri yang teramat sangat, ketika seorang ibu His nya semakin bertambah, dengan pembukaan serviks semakin lengkap. Harapan yang begitu besar untuk penantian bayinya segera lahir ke dunia ini. Walaupun lelah dan sakit,, dengan kekuatan untuk sebuah harapan yang besar, para ibu akan mengeluarkan segenap kekuatan dan kesabarannya walaupun harus bertarung nyawanya sendiri. Hingga saat ini selalu terbayang wajah ibuku ketika menghadapi para pasien yang partus setiap kalinya.
Ibu..
Selalu, tanganmu terulur disaat aku terjatuh, tak pernah bosan mengalirkan kekuatan pada tubuh dan jiwa ini yang seringkali terasa lemah. Menjadi kawan, menjadi dokter, menjadi apapun yang selalu aku butuhkan demi sebuah pengharapan darimu agar aku menjadi seseorang yang lebih dari dirimu saat ini.
Selalu,, ibu selalu menjadi apa saja yang kita inginkan dan butuhkan. Sesosok wanita hebat itu adalah mutiara dihatiku. yang senatiasa berkilauan tak kan habis dimakan waktu. Manusia-manusia mulia yang melahirkan kita dari hati dan rahimnya.
Terimakasih bu, kau telah mengenalkanku pada dunia yang indah. namun yang tersisa kini satu tanda tanya dihatiku, " bila aku jadi istri dan ibu mampukah aku sepertimu? "
Ya Allah ampunilah dosa orang tua kami. Sayangilah mereka sebagaimana mereka senantiasa menyayangi kami. Dan berikan kepada mereka kebahagiaan di dunia dan di akhirat, amin
Sebuah cinta yang mengagumkan dari seorang perempuan yang aku yakin kita semua memilikinya dan selalu memanggilnya IBU..
* Mohon doa darimu Ibuku,, agar selalu dimudahkan jalan ini, menghadapi tahun yang berat ini. Lancarkan, mudahkan, dan kabulkanlah ya Allah. amin
*Dan bila nanti waktu itu tiba..untuk pangeranku... tak perlu kau bacakan puisi dari bawah jendelaku, jangan pula kau culik aku dengan kudamu, ataupun kau taburkan mawar di sepanjang jalanku. Ketuk saja pintu itu, maka aku akan menerima apa adanya dirimu.
#Padang-RoomSweetRoom-29October2011

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates